Minggu, 24 Oktober 2010

Pengaruh lingkungan terhadap perilaku konsumen


A.    Definisi Nilai, budaya dan etnis
§  Nilai adalah kegiatan manusia yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk mengambil keputusan. Menurut Woods, nilai merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
§  Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh yang akan terus melekat dalam diri manusia.
§  Etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras. Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Misalnya: Suku Jawa cenderung dikenal dengan kelembutannya dalam bertutur kata dan menyukai makanan manis sedangkan suku Padang lebih cenderung dikenal karena kemampuannya dalam berdagang serta lebih menyukai makanan pedas.

B.     Budaya dan konsumsi
Budaya merupakan pola hidup menyeluruh yang akan terus melekat dalam diri manusia dan akan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya. Budaya akan terus menerus tetap walaupun perkembangan zaman semakin hari semakin mendukung munculnya berbagai hal canggih di dalam kehidupan manusia. Sedangkan konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Berdasarkan pengertian di atas, dapat diketahui bahwa budaya mampu mempengaruhi konsumsi seseorang terhadap barang dan jasa dalam memenuhi segala kebutuhannya. Ini semua tidak terlepas dari kemampuan daya beli masyarakat terhadap suatu produk yang cendurung terpaku pada kebudayaan yang sudah ada. Misalnya: makanan siap saji seperti chicken nugget belfoods yang mampu menjangkau berbagai kalangan, hal ini tentunya dibuat oleh produsen untuk memudahkan setiap konsumen dalam mengefektifkan waktu dalam menyiapkan makanan di kala mendesak seperti, sarapan pagi. Karena begitu eratnya dengan budaya masyarakat yang ingin menghemat waktu, maka konsumsi terhadap produk chicken nugget belfoods semakin meningkat.

C.     Nilai-nilai yang berubah
Nilai-nilai yang terdapat dalam suatu kelompok, tentunya akan mempengaruhi budaya dan kebiasaan seseorang dalam bertindak. Setiap hal yang dilakukan manusia dalam bertindak tidaklah terlepas dari keyakinan masing-masing individu terhadap nilai atau norma yang dianutnya. Hal ini akan terlihat pada kebiasaan individu bersikap, serta dalam menyikapi masalah yang dihadapi. Setiap individu mempunyai perbedaan dalam menjalankan kehidupannya di tengah-tengah masyarakat, hal ini karena perbedaan nilai atau budaya yang dianutnya. Budaya antara seorang yang satu dengan lainnya berbeda walaupun memiliki satu tujuan. Budaya akan luntur seiring berkembangnya zaman, bila tidak diiringi dengan kesadaran individu dalam mensosialisasikan dan menjaga budayanya. Kesadaran individu sangatlah dibutuhkan untuk dapat melestarikan nilai-nilai yang sudah melekat saat ini, supaya tidak bercampur dengan budaya lain yang mampu mengubah kekhasan yang sudah ada. Misalnya: peraturan jam malam yang ditetapkan di dalam keluarga mampu berubah karena adanya pergeseran kebudayaan pada masyarakat, yang seharusnya jam malam berlaku sampai jam 11, kini semakin bertambah hingga fajar menjelang. Hal ini karena adanya budaya luar yang sedikit demi sedikit melunturkan budaya timur kita.

D.    Pengaruh etnis pada perilaku konsumen
Di Indonesia terdapat berbagai macam keanekaragaman etnis, budaya, suku, kebiasaan, nilai serta norma yang berkaitan erat satu dengan lainnya. Hal ini digunakan oleh para produsen dalam merancang produk yang akan dipasarkan pada masyarakat diberbagai penjuru pulau tanpa mengurangi nilai-nilai yang sudah ada didalamnya. Mereka berusaha untuk menyesuaikan cita rasa setiap produk dengan para konsumennya. Seperti: produsen Indofood yang menciptakan berbagai rasa pada produk Indomie, misalnya mie goreng cakalang dari Ambon, mie rasa soto betawi dari Jakarta, dll. Hal ini tentunya disesuaikan dengan lidah para konsumen yang berasal dari berbagai etnis. Hingga dapat membuat konsumen merasa berada di kampung halamannya dengan menyantap Indomie yang disediakan dengan berbagai macam pilihan rasa.

            Sumber:
·         Id.wikipedia.org
·         Setiadi, N J. 2003. Perilaku konsumen konsep dan implikasi untuk strategi dan penelitian pemasaran. Jakarta : Preneda Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar