A. Konsumsi
Konsumsi berasal dari bahasa Belanda consumptie, yang berarti suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumsi sangatlah erat melekat dalam diri manusia, hal ini dikarenakan manusia selalu berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhannya dalam mengkonsumsi barang ataupun jasa dengan berbagai upaya. Sehingga terkadang dapat menimbulkan persaingan bila ingin mengkonsumsi suatu barang ataupun jasa. Sesuai dengan definisi diatas kita dapat mengetahui contoh konsumsi dalam kehidupan sehari-hari yakni, ketika kita membeli sebuah kosmetik di salah satu pusat perbelanjaan, ketika kita makan di restoran, dan ketika kita pergi ke salon untuk melakukan perawatan.
B. Konsumen
Pengertian dari konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Konsumen juga diartikan sebagai seorang pelaku dalam kegiatan konsumsi barang ataupun jasa. Berdasarkan hal diatas, kita sebagai manusia disebut konsumen, karena melakukan kegiatan pemakaian barang dan jasa.
C. Konsumtif
Menurut James F. Engel (Mangkunegara, 2002) konsumtif adalah tindakan-tindakan individu yang secra langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Selain itu, menurut Fromm, keinginan masyarakat dalam era kehidupan yang modern untuk mengkonsumsi sesuatu tampaknya telah kehilangan hubungan dengan kebutuhan yang sesungguhnya, sehingga perilaku konsumtif seringkali dilakukan secara berlebihan sebagai usaha seseorang untuk memperoleh kesenangan atau kebahagiaan, meskipun sebenarnya kebahagiaan yang diperoleh hanya bersifat semu. Berdasarkan definisi diatas, contoh konsumtif yakni, membeli suatu barang misalkan sepatu yang sebenarnya tidak menjadi prioritas utama untuk dilakukan, namun tetap dibeli karena tidak mau tertinggal model terbaru yang sedang digandrungi banyak orang.
D. Konsumerisme
Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya. Selain definisi diatas, konsumerisme adalah paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, atau gaya hidup yg tidak hemat. Contoh dari definisi konsumerisme yaitu, pada sebuah pusat perbelanjaan terdapat diskon hingga mencapai 70%, sebenarnya kita tidak ingin membelinya namun karena barang tersebut merupakan salah satu merk terkenal maka kita pun tergiur untuk membelinya, padahal barang tersebut tidak kita butuhkan. Hal ini terus berlanjut setiap kita mengetahui ada diskon besar-besaran. Bila kita tidak mengambil kesempatan tersebut maka akan timbul perasaan menyesal dikemudian.
Berdasarkan hal-hal diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, manusia tidak pernah terlepas dari kegiatan konsumsi, dan akan selalu menjadi konsumen, kemudian bersifat konsumtif serta memiliki ideologi konsumerisme yang akan terus melekat dan akan menjadi hal yang negatif bila tidak segera disadari, namun bila kita mampu menanganinya maka hal ini akan membawa dampak positif dalam kehidupan seseorang.
Sumber:
Fromm, E. Masyarakat Yang Sehat. Alih Bahasa : Sutrisno. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Mangkunegara, Anwar Prabu. 2002. Perilaku Konsumen. Bandung : PT. Refika Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar