Secara umum, pengetahuan dapat didefinisikan sebagai informasi yang disimpan di dalam ingatan. Himpunan bagian dari informasi total yang relevan dengan fungsi konsumen di dalam pasar di sebut pengetahuan konsumen. Pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut. Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
a. Pengetahuan dan evaluasi produk
Pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
b. Pengetahuan dan persepsi
Persepsi muncul dari pemikiran seseorang terhadap suatu hal. Dalam hal ini, pengetahuan konsumen seperti yang dijelaskan diatas dapat mempengaruhi persepsi seseorang terhadap sebuah produk/merk. Hal ini dikarenakan dari segala informasi yang diterima tentang produk atau merk tersebut, membuat konsumen mengerti dan memahami kegunaan serta kualitas dari produk atau merk tersebut. Maka dari itu akan membuat masing-masing individu memiliki persepsi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Misal, produk susu bayi A dikenal mengandung kalsium dan DHA, sedangkan susu bayi B hanya mengandung kalsium saja. maka konsumen akan cenderung membeli susu bayi merk A, karena menurut mereka susu tersebut memenuhi standar kualitas untuk mencukupi gizi anak mereka. Hal tersebut merupakan salah satu persepsi terhadap produk yang di pengaruhi oleh pengetahuan konsumen.
c. Isi pengetahuan
Seorang konsumen yang mengkonsumsi produk dari sebuah brand atau merk, tentunya memiliki pengetahuan mengenai produk tersebut. Hal ini akan sangat membantu dalam menentukan pembelian dan pemakaian produk tersebut. Seseorang yang memahami akan pengetahuan produk, maka tidak akan keliru dalam melakukan pembelian dan pemakaian terhadap sebuah produk. Pengetahuan konsumen yang didapatkan melalui berbagai informasi akan memberikan dampak positif terhadap konsumen agar tepat mengambil keputusan untuk mengkonsumsi produk tersebut. Sepertihalnya, saat seorang wanita membeli kosmetik, tentunya akan berpikir untuk menggunakan produk dengan kualitas dan harga terbaik yang disesuaikan dengan kantong si pembeli. Wanita tersebut akan berusaha mencari produk yang benar-benar memenuhi kebutuhannya untuk mempercantik dirinya, bila hal tersebut didapatkan maka akan dilakukan pembelian, serta pemakaian terhadap produk dan konsumen tidak akan mengalami kekecewaan karena telah mengambil keputusan untuk membeli dan memakainya.
Dalam Psikolog kognitif mengemukakan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu :
1. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yang sudah diketahui. Dimana pengetahuan deklaratif dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu:
a. Pengetahuan episodik melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu. Contohnya adalah kapan terakhir makan di sebuah restoran steak.
b. Pengetahuan semantik mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan yang memberikan arti bagi dunia seseorang. Contohnya adalah kamera digital yang dapat menyimpan saat-saat penting dalam hidup seseorang.
2. Pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta ini dapat digunakan. Pengetahuan produk sendiri merupakan konglomerat dari banyak jenis informasi yang berbeda. Pengetahuan produk mencakupi :
1. Kesadaran akan kategori dan merek produk di dalam kategori produk.
2. Terminologi produk (misalnya “floppy disk” dalam komputer).
3. Kepercayaan tentang kategori produk secara umum dan mengenai merek spesifik.
Secara umum, pengetahuan konsumen diperoleh melalui informasi yang ada disekitar individu, selain itu juga didapat melalui pengalaman individu dalam menggunakan sebuah produk. Pengalaman itulah yang digunakan untuk menuntun individu dalam melakukan transaksi pembelian dan pemakaian sebuah produk. Contohnya, pencinta barang-barang berlabel merk terkenal tentu akan dengan mudah mengenali barang mana yang asli dan yang palsu. Hal ini karena konsumen merupakan pengguna barang tersebut, maka tidak akan mudah tertipu dengan tiruan dari merk terkenal tersebut.
Sumber:
id.wikipedia.org
Engel, James F, dll. 1994. Perilaku Konsumen. Jakarta : Binarupa Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar