Selasa, 10 Mei 2011

Perancangan Use Case Psikoterapi ke dalam Design Awal Sistem Informasi


Kasus 1: Gangguan Makan (Anoreksia Nervosa)
A.  1. Case name: Pendekatan
2.    Pre condition: Tidak ada
3.    Actor who initiates: Terapis
4.    Steps:  a) Membuat klien nyaman
                b) Menanyakan mengenai identitas klien
                c) Menanyakan mengenai kondisi klien saat ini
5. Post condition: Menggali informasi subjek
6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                                 -Klien

B. 1. Case name: Menggali informasi subjek
2. Pre condition: Pendekatan
3. Actor who initiates: Klien
4. Steps: a) Memulai bertanya mengenai alasan klien
              b) Memberi pertanyaan terbuka tentang masalah yang dihadapi
              c) Merekam informasi pembicaraan yang diutarakan klien
5. Post condition: Memilih terapi yang tepat
6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                            -Klien

C. 1. Case name: Memilih terapi yang tepat
2. Pre condition: Menggali informasi klien
3. Actor who initiates: Klien
4. Steps: a) Mendapatkan informasi dari klien
              b) Menentukan terapi yang tepat bagi klien
5. Post condition: Pelaksanaan terapi
6. Actor who gets benefits: Klien

D. 1. Case name: Pelaksanaan terapi
2. Pre condition: Memilih Terapi yang tepat
3. Actor who initiates: Terapi
4. Steps: a) Menyiapkan ruangan yang nyaman dan tidak bising
               b) Membantu klien menyusun hierarki
               c) Melakukan pendekatan interpersonal
               d) Membantu klien berkonsentrasi dalam situasi yang rileks
5. Post condition: Controling
6. Actor who gets benefits: Klien

E. 1. Case name: Controling
2. Pre condition: Pelaksanaan terapi
3. Actor who initiates: Terapi
4. Steps: a) Melakukan pengawasan ketika klien cemas
              b) Membantu menenangkan klien dalam situasi yang nyaman
5. Post condition: Evaluasi
6. Actor who gets benefits: Klien

F. 1. Case name: Evaluasi
2. Pre condition: Controling
3.Actor who initiates: Terapis
4. Steps: a) Mengutarakan kepada klien mengenai record yang telah dicatat
              b) Mengutarakan mengenai kemajuan dan hal-hal yang harus diperbaiki
5. Post condition: Tidak ada
6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                            -Klien

Kasus 2: Gangguan Membaca (Disleksia)
A.  1. Case name: Pendekatan
     2. Pre condition: Tidak ada
     3. Actor who initiates: Terapis
     4. Steps: a) Membuat klien nyaman dengan memberi pertanyaan luas dan umum
                   b) Menanyakan kondisi klien saat ini
     5. Post condition: Menggali informasi subjek
     6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                                 -Klien

B.  1. Case name: Menggali informasi subjek
     2. Pre condition: Pendekatan
     3. Actor who initiates: Klien & Terapis
     4. Steps: a) Bertanya mengenai alasan klien menemui terapis
                   b) Menggali informasi klien secara mendalam
                   c) Membuat klien merasa nyaman dengan situasi terapi
                   d) Merekam informasi yang dikatakan subjek
     5. Post condition: Memilih terapi yang tepat
     6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                                 -Klien

C.  1. Case name: Memilih terapi yang tepat
2. Pre condition: Menggali informasi klien
3. Actor who initiates: Klien
4. Steps: a) Mendapatkan informasi dari klien
              b) Menentukan terapi yang tepat bagi klien
5. Post condition: Pelaksanaan terapi
6. Actor who gets benefits: Klien

D.  1. Case name: Pelaksanaan terapi
2. Pre condition: Memilih Terapi yang tepat
3. Actor who initiates: Terapi
4. Steps: a) Menyiapkan ruangan yang nyaman dan tidak bising
       b) Membantu klien menyusun hierarki
       c) Melakukan pendekatan interpersonal
      d) Membantu klien berkonsentrasi dalam situasi yang rileks
5. Post condition: Controling
6. Actor who gets benefits: Klien

E.  1. Case name: Controling
2. Pre condition: Pelaksanaan terapi
3. Actor who initiates: Terapi
4. Steps: a) Melakukan pengawasan ketika klien cemas
       b) Membantu menenangkan klien dalam situasi yang nyaman
5. Post condition: Evaluasi
6. Actor who gets benefits: Klien

F. 1. Case name: Evaluasi
2. Pre condition: Controling
3.Actor who initiates: Terapis
4. Steps: a) Mengutarakan kepada klien mengenai record yang telah dicatat
              b) Mengutarakan mengenai kemajuan dan hal-hal yang harus diperbaiki
5. Post condition: Tidak ada
6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                                 -Klien

Kasus 3: Gangguan Cemas Perpisahan (Separation Anxiety)
A.  1. Case name: Pendekatan
     2. Pre condition: Tidak ada
     3. Actor who initiates: Terapis
     4. Steps: a) Membuat klien nyaman dengan memberi pertanyaan luas dan umum
                   b) Menanyakan kondisi klien saat ini
     5. Post condition: Menggali informasi subjek
     6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                                 -Klien

B.  1. Case name: Menggali informasi subjek
     2. Pre condition: Pendekatan
     3. Actor who initiates: Klien & Terapis
     4. Steps: a) Bertanya mengenai alasan klien menemui terapis
                   b) Menggali informasi klien secara mendalam
                   c) Membuat klien merasa nyaman dengan situasi terapi
                   d) Merekam informasi yang dikatakan subjek
     5. Post condition: Memilih terapi yang tepat
     6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                                 -Klien

C.  1. Case name: Memilih terapi yang tepat
2. Pre condition: Menggali informasi klien
3. Actor who initiates: Klien
4. Steps: a) Mendapatkan informasi dari klien
              b) Menentukan terapi yang tepat bagi klien
5. Post condition: Pelaksanaan terapi
6. Actor who gets benefits: Klien

D.  1. Case name: Pelaksanaan terapi
2. Pre condition: Memilih Terapi yang tepat
3. Actor who initiates: Terapi
4. Steps: a) Menyiapkan ruangan yang nyaman dan tidak bising
       b) Membantu klien menyusun hierarki
       c) Melakukan pendekatan interpersonal
      d) Membantu klien berkonsentrasi dalam situasi yang rileks
5. Post condition: Controling
6. Actor who gets benefits: Klien

E.  1. Case name: Controling
2. Pre condition: Pelaksanaan terapi
3. Actor who initiates: Terapi
4. Steps: a) Melakukan pengawasan ketika klien cemas
       b) Membantu menenangkan klien dalam situasi yang nyaman
5. Post condition: Evaluasi
6. Actor who gets benefits: Klien

F. 1. Case name: Evaluasi
2. Pre condition: Controling
3.Actor who initiates: Terapis
4. Steps: a) Mengutarakan kepada klien mengenai record yang telah dicatat
              b) Mengutarakan mengenai kemajuan dan hal-hal yang harus diperbaiki
5. Post condition: Tidak ada
6. Actor who gets benefits: -Terapis
                                                 -Klien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar